Curahan Hati Seorang Penulis

Tegese Ados Getih: Arti, Makna, dan Contoh Kalimatnya dalam Bahasa Jawa

Surabaya, 28 Juli 2026

Tegese Ados Getih: Mengupas Makna Tembung Entar Bahasa Jawa yang Unik

Ilustrasi seni Jawa tradisional dengan motif batik dan wayang menjelaskan makna tembung entar ados getih yang berarti luka parah dalam bahasa Jawa
Ados getih adalah salah satu tembung entar (ungkapan kiasan) dalam bahasa Jawa yang berarti luka sangat parah, menunjukkan kekayaan ekspresi bahasa Nusantara.
Bahasa Jawa dikenal sebagai salah satu bahasa yang paling kaya akan ungkapan kiasan. Dalam pelajaran bahasa Jawa, ungkapan ini sering disebut sebagai Tembung Entar.
Salah satu tembung entar yang sering membingungkan bagi pemula atau generasi muda adalah "Ados Getih" (atau sering juga dieja Adus Getih).
Lantas, apa sebenarnya tegese ados getih? Apakah benar-benar berarti mandi darah? Mari kita bahas tuntas makna dan cara penggunaannya dalam artikel singkat ini.

Apa Tegese Ados Getih?

Secara harfiah, jika diterjemahkan kata per kata, "ados" atau "adus" berarti mandi, dan "getih" berarti darah. Namun, dalam bahasa Jawa, Anda tidak bisa menerjemahkannya secara mentah-mentah.
Tegese ados getih adalah luka yang sangat parah atau terluka berat.
Ungkapan ini digunakan untuk menggambarkan kondisi seseorang yang mengalami kecelakaan atau cedera serius hingga mengeluarkan banyak darah, bukan untuk menggambarkan kegiatan mandi secara harfiah.

Mengapa Menggunakan Kata "Mandi"?

Orang Jawa zaman dahulu sangat piawai dalam merangkai kata untuk menggambarkan situasi secara dramatis namun tetap sopan. Kata "mandi" (ados/adus) di sini adalah bentuk hiperbola (melebih-lebihkan) untuk menggambarkan betapa banyaknya darah yang keluar dari luka tersebut, seolah-olah orang itu sedang mandi darah.

Contoh Penggunaan dalam Kalimat

Infografis edukatif dengan gaya seni Jawa tradisional menunjukkan ilustrasi orang dengan lengan diperban, menjelaskan makna kiasan tembung entar ados getih yang berarti luka parah
Tembung entar seperti ados getih tidak bisa diterjemahkan secara harfiah. Makna sebenarnya adalah luka parah atau terluka berat, seperti yang digambarkan pada ilustrasi ini.

Agar lebih mudah dipahami, berikut adalah beberapa contoh kalimat yang menggunakan ungkapan ados getih beserta artinya dalam bahasa Indonesia:
1. Contoh Kalimat 1 (Ngoko):
"Wong lanang iku ados getih amarga nabrak wit ing dalan." Artinya: Pria itu luka parah karena menabrak pohon di jalan.
2. Contoh Kalimat 2 (Krama Alus):
"Pak Guru adus getih sawise kecelakan motor wingi sore." Artinya: Bapak Guru terluka berat setelah kecelakaan motor kemarin sore.
3. Contoh Kalimat 3 (Percakapan Sehari-hari):
"Aja dolan ing kono, mengko ados getih lho!" Artinya: Jangan bermain di sana, nanti luka parah lho!

Tembung Entar Lain yang Serupa

Selain ados getih, bahasa Jawa juga memiliki beberapa tembung entar lain yang menggunakan kata "adus" atau "getih" untuk menggambarkan kondisi fisik atau usaha:
  • Adus Keringat: Artinya bekerja keras atau bersusah payah (bukan mandi keringat beneran).
  • Gigis Getih: Artinya sangat pelit atau kikir (darah dianggap sebagai harta yang paling berharga, sampai-sampai kulitnya saja yang berdarah tidak mau keluar).
  • Krodhongan Getih: Artinya sangat marah atau emosi tinggi (darah sampai mendidih/menggumpal).

Penutup: Melestarikan Bahasa Lewat Tembung Entar

Memahami tegese ados getih dan tembung entar lainnya bukan hanya tentang menghafal arti kata. Lebih dari itu, ini adalah cara kita untuk menghargai filosofi dan cara pandang orang Jawa dalam mengekspresikan perasaan dan situasi.
Sayangnya, penggunaan tembung entar mulai jarang dipakai oleh generasi muda. Yuk, mulai biasakan menggunakan ungkapan-ungkapan indah ini dalam percakapan sehari-hari agar bahasa Jawa tetap lestari!

Apakah Anda tahu tembung entar bahasa Jawa lainnya yang unik? Tulis di kolom komentar ya, mari kita saling berbagi dan belajar!
Share:

Translate

Postingan Populer

Label

Kamus Jawa (407) Kesehatan (262) Sejarah (2)

Arsip Blog