Bahasa Jawa kaya akan ungkapan-ungkapan indah yang penuh makna. Salah satunya adalah "tembung entar" atau bahasa kiasan yang sering digunakan dalam percakapan sehari-hari maupun sastra Jawa. Apa sebenarnya tembung entar itu? Bagaimana penggunaannya? Mari kita pelajari bersama kekayaan bahasa ini.
Pengertian Tembung Entar
Tembung entar adalah istilah dalam bahasa Jawa yang merujuk pada kata atau ungkapan kiasan (figurative language). Secara harfiah:
- Tembung = Kata/ungkapan
- Entar = Kiasan, tidak sebenarnya, makna simbolis
Jadi, tembung entar adalah kata atau ungkapan yang maknanya bukan makna sebenarnya, melainkan makna kiasan atau simbolis yang perlu dipahami secara mendalam.
Fungsi Tembung Entar
Tembung entar memiliki beberapa fungsi penting:
1. Memperindah Bahasa
- Membuat percakapan lebih menarik dan puitis
- Menghindari kesan kaku dan membosankan
- Menunjukkan kehalusan budi bahasa
2. Menyampaikan Pesan Secara Halus
- Mengkritik tanpa menyakiti
- Menasihati dengan cara yang sopan
- Menyindir dengan elegan
3. Menjaga Kesopanan
- Menghindari kata-kata yang terlalu langsung
- Menjaga perasaan lawan bicara
- Menunjukkan rasa hormat
4. Memperkaya Sastra
- Digunakan dalam tembang, geguritan, dan cerita
- Menambah kedalaman makna
- Menciptakan keindahan bahasa
Jenis-Jenis Tembung Entar
Tembung entar dapat dikelompokkan menjadi beberapa jenis:
1. Paribasan
Peribahasa Jawa yang terdiri dari beberapa kata dengan makna kiasan.
Contoh:
- "Adigang, adigung, adiguna" = Mengandalkan kekuatan, kekuasaan, dan keahlian
- "Becik ketitik ala ketara" = Kebaikan dan kejahatan akan terungkap
- "Nabok nyilih tangan" = Memukul dengan meminjam tangan orang lain (menyerang secara tidak langsung)
2. Saloka
Ungkapan kiasan yang menggunakan nama hewan atau benda.
Contoh:
- "Kaya macan luwe" = Seperti harimau lapar (sangat lapar)
- "Sregep kaya semut" = Rajin seperti semut
- "Gedhe omong cilik karya" = Besar pasak daripada tiang
3. Bebasan
Ungkapan kiasan yang menggambarkan sifat atau perilaku.
Contoh:
- "Lintah darat" = Rentenir (pelepas uang)
- "Kutu buku" = Orang yang sangat gemar membaca
- "Buaya darat" = Pria yang suka mempermainkan wanita
4. Paribasan Khusus
Ungkapan dengan makna simbolis tertentu.
Contoh:
- "Cuci tangan" = Lepas tanggung jawab
- "Angkat kaki" = Pergi/meninggalkan tempat
- "Banting tulang" = Bekerja keras
Contoh Tembung Entar dalam Kehidupan Sehari-Hari
Berikut contoh penggunaan tembung entar dalam percakapan:
1. Tentang Pekerjaan
Ungkapan: "Dheweke kuwi seneng banting tulang"
Makna harfiah: Dia suka mematahkan tulang
Makna entar: Dia suka bekerja keras
2. Tentang Karakter
Ungkapan: "Aja dadi wani nggrundel"
Makna harfiah: Jangan jadi berani menggerutu
Makna entar: Jangan suka mengeluh/menggerutu
3. Tentang Nasihat
Ungkapan: "Urip iku mung mampir ngombe"
Makna harfiah: Hidup itu hanya mampir minum
Makna entar: Hidup di dunia hanya sementara
4. Tentang Peringatan
Ungkapan: "Aja gumampang ing janji"
Makna harfiah: Jangan mudah dalam berjanji
Makna entar: Jangan sembarangan membuat janji
Tembung Entar dalam Sastra Jawa
Tembung entar sangat kental dalam karya sastra Jawa:
1. Dalam Tembang
Tembang Macapat sering menggunakan tembung entar:
Contoh Tembang Kinanthi:
"Kinanthi lakuning laku"
Makna: Dituntun dalam menjalani kehidupan (laku = perjalanan hidup, bukan sekadar berjalan)
2. Dalam Geguritan
Geguritan (puisi Jawa) penuh dengan tembung entar:
Contoh:
"Atiku koyo kembang layu"
Makna harfiah: Hatiku seperti bunga layu
Makna entar: Hatiku sedih/putus asa
3. Dalam Wayang
Cerita wayang menggunakan banyak tembung entar:
Contoh:
- "Pandawa" = Anak-anak Pandu (juga melambangkan kebaikan)
- "Kurawa" = Anak-anak Kurawa (juga melambangkan kejahatan)
Perbedaan Tembung Entar dan Tembung Liter
Penting untuk memahami perbedaan:
Contoh Tembung Entar Populer
Berikut beberapa tembung entar yang sering digunakan:
Tentang Kehidupan:
- "Urip iku mung mampir ngombe"
- Hidup hanya sementara
- "Sura dira jayaningrat lebur dening pangastuti"
- Kejahatan akan hancur oleh kebaikan
- "Memayu hayuning bawana"
- Memperindah dunia/melestarikan alam
** Tentang Karakter:**
- "Wani ngalah iku dhuwur drajate"
- Berani mengalah itu tinggi derajatnya
- "Ajining diri gumantung ana ing lathi"
- Harga diri terletak pada ucapan
- "Nglurug tanpa bala, menang tanpa ngasorake"
- Menang dengan cara halus
Tentang Pekerjaan:
- "Jer basuki mawa beya"
- Keberhasilan butuh pengorbanan
- "Desa mawa cara, negara mawa tata"
- Setiap tempat punya adat berbeda
- "Babat alas"
- Membuka lahan baru/merintis
Tentang Hubungan Sosial:
- "Rukun agawe santosa"
- Kerukunan menciptakan kekuatan
- "Gotong royong"
- Bekerja sama
- "Tepa slira"
- Toleransi/tenggang rasa
Cara Memahami Tembung Entar
Untuk memahami tembung entar dengan baik:
1. Pelajari Konteks
- Perhatikan situasi penggunaan
- Pahami siapa yang berbicara
- Perhatikan kepada siapa ditujukan
2. Ketahui Budaya Jawa
- Pahami nilai-nilai Jawa
- Pelajari filosofi Jawa
- Kenali tradisi dan adat
3. Banyak Membaca
- Baca karya sastra Jawa
- Pelajari tembang dan geguritan
- Baca cerita wayang
4. Berlatih
- Gunakan dalam percakapan
- Tanyakan pada yang lebih ahli
- Praktikkan dalam menulis
Manfaat Mempelajari Tembung Entar
1. Memperkaya Kosakata
- Menambah perbendaharaan kata
- Membuat bahasa lebih variatif
- Meningkatkan kemampuan berbahasa
2. Meningkatkan Kecerdasan Bahasa
- Melatih pemahaman makna
- Mengasah kemampuan interpretasi
- Meningkatkan daya analisis
3. Melestarikan Budaya
- Menjaga warisan leluhur
- Memperkuat identitas budaya
- Meneruskan kearifan lokal
4. Memperhalus Budi Bahasa
- Berkomunikasi lebih santun
- Menyampaikan pesan dengan elegan
- Menjaga perasaan orang lain
Referensi:
- Sastra Jawa Tradisional
- Kamus Bahasa Jawa
- Penelitian linguistik Jawa
- Kearifan lokal masyarakat Jawa
#TembungEntar #BahasaJawa #BudayaJawa #SastraJawa #KearifanLokal #PendidikanBudaya #JawaTimur #JawaTengah #Yogyakarta
Matur nuwun sampun maos. Mugi-mugi migunani!
Apa ada yang mau ditambahkan?
