Kalender Jawa merupakan salah satu warisan budaya Nusantara yang kaya akan nilai filosofis dan kearifan lokal. Diciptakan oleh Sultan Agung Hanyokrokusumo pada abad ke-17, kalender ini merupakan perpaduan harmonis antara sistem penanggalan Hijriyah (bulan) dan Saka (matahari).
Tahun Wastu berasal dari kata "wastu" yang dalam bahasa Jawa berarti "pendek" atau "sedikit". Tahun Wastu adalah tahun yang memiliki jumlah hari lebih sedikit, yaitu 354 hari dalam satu tahun. Ini berbeda dengan Tahun Wuntu yang memiliki 355 hari.
