Curahan Hati Seorang Penulis

12 Contoh Tembung Yogyaswara Lengkap: Arti, Ciri-ciri & Tuladha Ukara [UPDATE 2026]

🔥 CATATAN PENTING DARI ADMIN (Update Agustus 2026):
Artikel ini pertama kali saya tulis bertahun-tahun lalu dan alhamdulillah pernah membantu banyak pelajar. Matur nuwun!
Supaya tidak "terkubur" dan tetap menjadi rujukan terlengkap, artikel ini saya lengkapi dengan arti setiap contoh, ciri-ciri yogyaswara, dan tuladha ukara (contoh kalimat) — karena sekarang pelajar tidak cuma diminta menyebut contoh, tapi juga membuat kalimatnya. Monggo disimak!

 

Ilustrasi pasangan wayang bidadara dan bidadari berdampingan, melambangkan pasangan lanang-wadon dalam tembung yogyaswara.
"'A' untuk lanang, 'i' untuk wadon — berdampingan dalam satu kata. 🤍"

📖 Segarkan Ingatan: Apa Itu Tembung Yogyaswara?

Tembung yogyaswara yaiku rong tembung kang dirangkep dadi siji lan nduweni teges lanang lan wadon — dua kata yang digabung menjadi satu dan bermakna laki-laki dan perempuan
adjar.grid.id
.
Aturan indahnya sederhana:
  • Kata depan berakhiran vokal "a" → menunjukkan laki-laki (lanang)
  • Kata belakang berakhiran vokal "i" → menunjukkan perempuan (wadon)
Kedua kata itu hampir sama tulisan dan ucapannya, hanya berbeda pada suku kata terakhirnya
jv.wikipedia.org
. Contoh paling gampang: dewa (laki-laki) + dewi (perempuan) = dewa-dewi.

🔍 Ciri-Ciri Tembung Yogyaswara

  1. Terdiri dari dua kata yang dirangkai menjadi satu
    www.scribd.com
  2. Kedua kata hampir sama penulisan dan pengucapannya
    jv.wikipedia.org
  3. Hanya beda wanda (suku kata) terakhir: depan "a", belakang "i"
    risangaryodw.blogspot.com
  4. Maknanya selalu pasangan lanang lan wadon (laki-laki dan perempuan)
    www.instagram.com
  5. Bentuknya mirip tembung rangkep, tapi bukan pengulangan kata yang sama — melainkan dua kata berbeda jenis kelamin
    www.instagram.com

📋 12 Contoh Tembung Yogyaswara + Artinya

No
Tembung Yogyaswara
Artine (Artinya)
1
Apsara-apsari
bidadara dan bidadari (laki-laki dan perempuan)
2
Bathara-bathari
dewa laki-laki dan dewa perempuan
3
Dewa-dewi
dewa laki-laki dan dewa perempuan
4
Widadara-widadari
bidadara dan bidadari
5
Gandarwa-gandarwi
gandarwa laki-laki dan perempuan (para musisi kahyangan)
6
Yaksa-yaksi
buta/yaksa laki-laki dan perempuan
7
Prameswara-prameswari
raja dan permaisuri (suami-istri kerajaan)
8
Putra-putri
anak laki-laki dan anak perempuan
9
Pemuda-pemudi
pemuda dan pemudi (laki-laki dan perempuan muda)
10
Siswa-siswi
murid laki-laki dan murid perempuan
11
Mahasiswa-mahasiswi
mahasiswa dan mahasiswi
12
Gedhana-gedhini
anak kembar laki-laki dan perempuan

✍️ Tuladha Ukara (Contoh Kalimat)

  1. "Para siswa-siswi SMP 1 lagi padha upacara ing lapangan." (Para murid laki-laki dan perempuan SMP 1 sedang upacara di lapangan.)
  2. "Putra-putrine Pak Karta kabeh pinter-pinter." (Anak laki-laki dan perempuan Pak Karta semuanya pintar.)
  3. "Pemuda-pemudi karang taruna nganakake kerja bakti resik-resik desa." (Para pemuda dan pemudi karang taruna mengadakan kerja bakti membersihkan desa.)
  4. "Mahasiswa-mahasiswi KKN teka ing desaku esuk mau." (Para mahasiswa dan mahasiswi KKN tiba di desaku pagi tadi.)
  5. "Gedhana-gedhini kuwi anak kembar sing siji lanang siji wadon." (Gedhana-gedhini itu anak kembar yang satu laki-laki satu perempuan.)

🎁 Bonus: Fakta Unik!

Ternyata pola yogyaswara juga hidup di nama orang Jawa! Perhatikan:
  • Susanto – Susanti
  • Mulyono – Mulyani
  • Hartono – Hartini
Nama depan berakhiran "a" biasanya untuk laki-laki, dan "i" untuk perempuan. Tanpa sadar, orang tua Jawa zaman dulu sudah memakai "rumus yogyaswara" saat memberi nama anak-anaknya!
risangaryodw.blogspot.com

⚠️ Awas Tertukar!

Yogyaswara bukan dwilingga (pengulangan kata yang sama seperti omah-omah), dan bukan dwilingga salin swara (seperti warna-warni). Kuncinya satu: dua kata berbeda yang bermakna pasangan lanang-wadon. Kalau di ujian keluar soal "endhi sing kalebu yogyaswara?", cari yang berpasangan laki-perempuan seperti dewa-dewi!

💡 Penutup: Bahasa yang Mencintai Pasangan

Yogyaswara menunjukkan betapa halusnya bahasa Jawa: bahkan untuk menyebut "laki-laki dan perempuan", ada aturan bunyi yang indah — "a" untuk lanang, "i" untuk wadon — berdampingan dalam satu kata, seperti pasangan yang saling melengkapi.
Sugeng sinau, adik-adik! Semoga tabel ini membantu PR dan ujian kalian. 🤍

🙏 Catatan Rendah Hati dari Admin: Admin blog ini bukan guru bahasa Jawa dan bukan ahli sastra. Saya hanyalah penjaga toko yang belajar dari buku-buku lama dan sesepuh. Jika para guru atau teman-teman yang lebih paham menemukan kekeliruan, mohon sudi mengoreksi dengan lembut di kolom komentar. Matur nuwun!


Apa itu tembung yogyswara? Tembung yogyaswara artinya adalah dua buah kata yang digabung menjadi satu. Namun dua kata tersebut berbeda antara satu dengan yang lainnya.

Cirinya juga mengandung arti pembeda antara laki-laki dan perempuan. Contohnya saja adalah siswa-siswi yang memiliki makna anak pelajar laki-laki dan wanita.

Apa saja contoh dari tembung Yogyaswara?
Berikut contoh-contohnya.

1. Apsara-apsari.
2. Bathara-Bathari.
3. Dewa-Dewi.
4. Gedhana-gedhini.
5. Gandarwa-gandarwi.
6. Mahasiswa-mahasiswi.
7. Pemudha-pemudhi.
8. Putra-putri.
9. Raseksa-raseksi.
10. Siswa-siswi.
11. Widara-widari.
12. Yaksa-yaksi.

Itulah keduabelas contoh tembung yogyaswara.


 

Share:
 
----- --------------