🔥 CATATAN PENTING DARI ADMIN (Update Agustus 2026):Artikel ini pertama kali saya tulis bertahun-tahun lalu dan alhamdulillah pernah membantu banyak pelajar. Matur nuwun!Supaya tetap menjadi rujukan terlengkap, daftar 12 contoh ini sekarang saya bagi ke 3 jenis imbuhan (ater-ater, seselan, panambang) dengan arti lengkap, tuladha ukara, dan tips membedakan dengan tembung lingga. Monggo disimak!
| "Tembung andhahan: kata yang 'hidup' dengan imbuhan. 🤍" |
📖 Segarkan Ingatan: Apa Itu Tembung Andhahan?
Tembung andhahan yaiku tembung sing wus owah saka linggane amarga kawuwuhi imbuhan — kata yang sudah berubah dari bentuk aslinya karena mendapat imbuhan
.
Kebalikannya:
- Tembung lingga = kata dasar murni, belum dapat imbuhan
- Tembung andhahan = kata dasar + imbuhan
Contoh sederhana:
- Lingga: tuku (beli)
- Andhahan: dituku (dibeli), nuku (membeli), tukokna (belikan)
📋 3 Jenis Imbuhan dalam Tembung Andhahan
Tembung andhahan dibagi menjadi 3 jenis berdasarkan posisi imbuhan
:
1. Ater-ater (Awalan/Prefix)
Imbuhan yang terletak di depan kata dasar.
2. Seselan (Sisipan/Infix)
Imbuhan yang terletak di tengah kata dasar.
3. Panambang (Akhiran/Sufiks)
Imbuhan yang terletak di belakang kata dasar.
📋 12 Contoh Tembung Andhahan Lengkap + Artinya
🅰️ 4 Contoh dengan Ater-ater (Awalan)
🅱️ 4 Contoh dengan Seselan (Sisipan)
🅲️ 4 Contoh dengan Panambang (Akhiran)
🔍 Perbandingan: Tembung Lingga vs Tembung Andhahan
Tips cepat membedakan:
- Kalau kata itu murni tanpa tambahan → lingga
- Kalau ada imbuhan di depan/tengah/belakang → andhahan
✍️ Tuladha Ukara (Contoh Kalimat)
- "Aku lagi mlaku menyang pasar." (Saya sedang berjalan ke pasar.) — mlaku = andhahan dari laku dengan ater-ater m-
- "Buku iki wis diwaca karo adikku." (Buku ini sudah dibaca oleh adikku.) — diwaca = andhahan dari waca dengan ater-ater di-
- "Dheweke gumuyu krungu crita lucu." (Dia tertawa mendengar cerita lucu.) — gumuyu = andhahan dari guyu dengan seselan -um-
- "Klambine wis dicuci karo ibu." (Bajunya sudah dicuci oleh ibu.) — klambine = andhahan dari klambi dengan panambang -ne
- "Tulung tukokna jajan kanggo adikmu." (Tolong belikan jajan untuk adikmu.) — tukokna = andhahan dari tuku dengan panambang -na
- "Surat iku sinerat nganggo basa Jawa." (Surat itu ditulis menggunakan bahasa Jawa.) — sinerat = andhahan dari serat dengan seselan -in-
🎁 Bonus: Jenis-Jenis Ater-ater
Ater-ater (awalan) dalam bahasa Jawa dibagi menjadi beberapa jenis
:
1. Ater-ater Anuswara
Imbuhan yang disesuaikan dengan huruf pertama kata dasar:
- m-: mbatik (membatik), mbalang (melempar)
- n-: nandur (menanam), nulis (menulis)
- ng-: nggendhong (menggendong), ngombe (minum)
- ny-: nyandhing (menyanding), nyilih (meminjam)
2. Ater-ater Tripurusa
Imbuhan yang menunjukkan orang:
- dak-: dakpangan (saya makan)
- ko-: kopangan (kamu makan)
- di-: dipangan (dia makan / dimakan)
3. Ater-ater Liyane (Lainnya)
- ke-: kesandhung (tersandung)
- ka-: katon (terlihat)
- sa-: satuju (setuju)
- pi-: pikut (terkutuk)
💡 Tips Mengerjakan Soal Tembung Andhahan
- Cari kata dasarnya dulu — hilangkan imbuhan untuk menemukan lingga
- Identifikasi posisi imbuhan — depan (ater-ater), tengah (seselan), atau belakang (panambang)
- Perhatikan perubahan bunyi — kadang huruf pertama kata dasar berubah saat dapat ater-ater (contoh: tulis → nulis, bukan tulis)
- Hafalkan pola umum:
- di- = pasif (dibaca, ditulis)
- m/n/ng/ny- = aktif (membaca, menulis)
- -ku/-mu/-ne = kepemilikan (bukuku, bukumu, bukunya)
💭 Renungan Penjaga Warung
Di warung saya, setiap hari tanpa sadar saya memakai banyak tembung andhahan:
- "Kopi iki diunjuk pelanggan." (Kopi ini diminum pelanggan.)
- "Saya lagi nyapu warung." (Saya sedang menyapu warung.)
- "Uang e wis dijupuk." (Uangnya sudah diambil.)
Bahasa Jawa itu hidup — dan imbuhan-imbuhan ini adalah "bumbu" yang membuat kalimat jadi lebih kaya dan tepat makna.
💡 Penutup: Kata yang "Hidup" dengan Imbuhan
Tembung andhahan menunjukkan betapa dinamisnya bahasa Jawa — kata dasar bisa "berubah wujud" dengan imbuhan untuk menyesuaikan konteks kalimat. Ini bukan sekadar aturan grammar, tapi seni menyusun makna.
Sugeng sinau, adik-adik! Semoga tabel ini membantu PR dan ujian kalian. 🤍
🙏 Catatan Rendah Hati dari Admin: Admin blog ini bukan guru bahasa Jawa dan bukan ahli sastra. Saya hanyalah penjaga toko yang belajar dari buku-buku lama dan sesepuh. Jika para guru atau teman-teman yang lebih paham menemukan kekeliruan, mohon sudi mengoreksi dengan lembut di kolom komentar. Matur nuwun!
📖 KAMUS KECIL
- Tembung andhahan = kata berimbuhan (kata yang sudah mendapat imbuhan)
- Tembung lingga = kata dasar (belum dapat imbuhan)
- Ater-ater = awalan (imbuhan di depan)
- Seselan = sisipan (imbuhan di tengah)
- Panambang = akhiran (imbuhan di belakang)
- Anuswara = imbuhan yang menyesuaikan dengan huruf pertama kata dasar
Tembung andhahan artinya adalah kata jadian kalau dalam bahasa Indonesia. Yaitu tembung sing wis owah saka asale. Kata-kata yang sudah berubah dari kata asalnya.
Contohnya adalah sebagai berikut,
1. Piwulang.
2. Tulisane.
3. Mlayu.
4. Mlaku.
5. Numpak.
6. Balekna.
7. Omahe.
8. Makani.
9. Kotuku.
10. Nyaponi.
11. Ngresiki.
12. Golekno.
Itulah contoh-contoh tembung andhahan.
Tetap pakai masker ya
jaga jarak
jauhi kerumunan
Rajin cuci tangan dengan sabun di air mengalir
