Curahan Hati Seorang Penulis

12 Nama-Nama Mall di Surabaya serta Alamatnya

Mall yang terkenal di kota Surabaya adalah TP atau Tunjungan Plaza. Beberapa tahun yang lalu, mall ini sangatlah ramai di jantung kota.

Berikut ini nama-nama mall di Surabaya:

1. Galaxy Mall
Alamat: Jl. Dharmahusada Indah Timur No. 35 – 37. Surabaya 60115

2. Grand City Mall
Alamat: Jalan Gubeng Pojok No.75, Genteng, Jawa Timur 60272, Indonesia



3. Plaza Surabaya
Alamat: Jl. Pemuda 31-37, Surabaya 60271

4. Tunjungan Plaza
Alamat: Jl. Basuki Rahmat No. 8-12

5. Ciputra World Mall
Alamat: Jalan Mayjen Sungkono No. 89, Jl. Mayjen Sungkono, Jawa Timur 60189, Indonesia

6. Lenmarc Mall
Alamat: Jl. Bukit Darmo Golf, Dukuh Pakis, Kota SBY, Jawa Timur 60225, Indonesia

7. Royal Mall
Alamat: Jl. Ahmad Yani No. 16-18 Surabaya 60231

8. City of Tomorrow
Alamat: Jl. Ahmad Yani, Surabaya, Kota SBY, Jawa Timur 60234, Indonesia

9. Marvel City
Alamat: Jl. Ngagel No. 123, Wonokromo Surabaya – Jawa Timur

10. Surabaya Town Square (Sutos)
Alamat: Jl. Raya Adityawarman No. 55 Wonokromo, Surabaya 60242

11. Pakuwon City Mall
Alamat: Jl. Kejawen Putih Mutiara No. 17 Surabaya 60112

12. Supermal Pakuwon Indah / PTC
Alamat: Jl. Puncak Indah Lontar No 2 Surabaya 60123

Itulah keduabelas nama-nama mall yang ada di kota Surabaya.

*surabaya.go.id
Share:

9 Nama-Nama Pasar di Kota Surabaya

Pasar daerah di kota Surabaya yang terkenal adalah pasar Turi serta pasar Wonokromo. Pasar Turi ini pernah mengalami kebakaran parah.

Berikut nama-nama padar di kota Surabaya.

1. Pasar Turi

Alamat: Jl. Semarang, Bubutan, Kota SBY, Jawa Timur 60172, Indonesia

2. Pasar Blauran

Alamat: JL. Kranggan, Sawahan, Jl. Kranggan, 60251, Indonesia

3. Pasar Kapasan

Alamat: Jl. Kapasan, Simokerto, Kota SBY, Jawa Timur 60141, Indonesia



4. Jembatan Merah Plaza (JMP)

Alamat: Jl. Taman Jayengrono No. 2-4 (Jl. Rajawali), Surabaya, East Java 60175, Indonesia

5. ITC Megah Grosir

Alamat: Jalan Gembong No. 20-30, Jawa Timur, Indonesia

6. BG Junction

Alamat: Jl. Kranggan No.8-A, Bubutan, Kota SBY, Jawa Timur 60174, Indonesia

7. Surabaya Pusat Grosir (PGS)

Alamat: Jalan Dupak No. 1, Bubutan, Jawa Timur 60172, Indonesia

8. Darmo Trade Center (DTC)

Alamat: Jl. Wonokromo, Jawa Timur 60242, Indonesia

9. Kapas Krampung Plaza (Kaza)

Alamat: Jl. Kapas Krampung No.45, Simokerto, Kota SBY, Jawa Timur 60142, Indonesia

Itulah pasar-pasar yang ada di kota Surabaya.

*surabaya.go.id
Share:

Tempat Barang Antik di Surabaya

Barang antik sulit didapatkan namun kini sudah ada tempatnya di kota Surabaya.

1. House of Antiques Gallery
Location : Jl. Mayjend Sungkono 192, Surabaya
Phone : 031-5685060



2. Royal Antiques
Location : Jl.Indragiri 51-55,Surabaya

*surabaya.go.id
Share:

Tempat Bowling di Kota Surabaya

Tak sembarang tempat bisa dijadikan untuk bowling.

1. Kaza Bowling Alley

Alamat:
Lantai 3, Kaza City Mall, No.45, Jl. Kapas Krampung, Jawa Timur 60142, Indonesia.

*surabaya.go.id
Share:

Wall Climbing di Kota Surabaya

Class 5 Climbing ini adalah tempatnya.

Alamatnya di :

Plaza Ruko Graha Family, Jl. Bukit Darmo Boulevard, Dukuh Pakis, Kota SBY, Jawa Timur 60213, Indonesia

Ada yang minat mendaftar, silahkan ke sana.

*surabaya.go.id
Share:

7 Lapangan Golf serta Alamat di Surabaya

Lapangan golf di kota Surabaya lumayan banyak.

1. Ciputra Golf Club & Hotel Wedding Chapel Surabaya

Alamat: Jl. CitraLand Utama, CitraLand, Jl. Citra Raya, Jawa Timur 60219, Indonesia

2. Bukit Darmo Golf Surabaya

Alamat: Jl. Bukit Darmo Raya Surabaya, Pakuwon Golf & Family Club

3. Pakuwon Golf & Family Club

Alamat: Jl. Raya Golf Graha Famili, Dukuh Pakis, Kota SBY, Jawa Timur 60277, Indonesia



4. Graha Famili dan Country

Alamat: Jl. Raya Golf Graha Famili, Dukuh Pakis, Kota SBY, Jawa Timur 60277, Indonesia

5. Puncak Bukit Golf

Alamat: Jl. Bukit Darmo Boulevard, Dukuh Pakis, Kota SBY, Jawa Timur 60226, Indonesia

6. Brawijaya Golf Driving Range

Alamat: Sawunggaling, Wonokromo, Surabaya City, East Java 60242, Indonesia

7. Ahmad Yani Golf Club

Alamat: Jl. Golf No.1, Dukuh Pakis, Kota SBY, Jawa Timur 60224, Indonesia

Itulah lapangan golf yang ada di Indonesia.

*surabaya.go.id
Share:

Lokasi Kolam Renang di Surabaya

Kolam renang atau swimming ada di kota Surabaya, beserta alamatnya.





1. Atlas Clark Hatch
Location : Jl. Dharmahusada Indah Barat III/64

2. Mini Prima
Location : Jl. Manyar Tirtoyoso Utara IV

3. Darmo Grand Sport Center
Location : Jl. Darmo Harapan

4. Nirwana Executive
Location : Kompleks Nirwana Indah

Itulah kolam renang terkenal di Surabaya.

*surabaya.go.id
Share:

Tempat Olahraga Fitness Sports di Surabaya

Kalau ada yang ingin berolahraga di dalam ruangan di Surabaya, ada tempatnya sendiri.

Atlas Sport Center
Location : Jl. Dharmahusada Indah Barat III/64-66
Phone : 031-5961313 / 031-5945466

Ciputra Family Club
Location : Citra Raya Utama, CitraRaya
Phone : 031-7412555

Delta Center Sport And Family Club
Location : Jl. Delta Raya Selatan
Phone : 031-8551010



Deltasari Club Kebugaran
Location : Komp. Perum Delta Sari
Phone : 031-8548008

Kelab Bugar Primalaras
Location : Komp. Darmo Harapan 1
Phone : 031-7329945 031-7329946

Klub Bugar Lisa
Location : Jl. Kupang Indah
Phone : 031-7326135

Klub Puri Mas
Location : Jl. I Gusti Ngurah Rai 95
Phone : 031-8792401

Puri Matahari Club
Location : Jl. Mayjen H.R. Mohammad 181
Phone : 031-7326500

Sunrise City Club
Location : Maspion Square Blok GA/1-2
Jl. Jend. Ahmad Yani 73
Phone : 031 8478638

Tivoli Club Kebugaran
Location : Bumi Citra Fajar, Sidoarjo
Phone : 031-8958555

Tropical Club Kebugaran
Location : Jl. Kusuma Bangsa 116-118
Phone : 031-5341578

Wisata Bukit Mas
Location : Jl. Raya Menganti Lidah Wetan
Phone : 031-7534000

[PRO]FITNESS
Location : GRHA DST.
JL.Raya Sukomanunggal Jaya 11-15
Phone : 031-7328970

Celebrity Fitness
* Location : Mal Galaxy
Jl. Dharmawangsa Indah Timur 35 -37

Phone : 031-5999997
* Location : Supermal Pakuwon Indah Lt 1 No.3
Jl. Puncak Indah Lontar No.2
Phone : 031-7390123

*surabaya.go.id
Share:

Cak Durasim Surabaya

Dibangun pada tahun 1976, gedung ini merupakan gedung teater tertutup yang berkapasitas 500–600 orang.

Cak Durasim sendiri merupakan seniman ludruk kelahiran Jombang yang sangat populer pada masa itu. Melalui ludruknya, Cak Durasim mempopulerkan cerita-cerita legenda Surabaya.





Selain sebagai seniman, Cak Durasim juga dikenal sebagai pejuang yang seringkali mengkritisi para penjajah melalui pementasan ludruk dan gendhing jula-juli-nya.Di bagian depan gedung terdapat patung dada Cak Durasim dengan prasasti yang berbunyi “Begupon omahe doro, melok Nippon tambah soro”.


Parikan tersebut adalah kata-kata yang sering diucapkan Cak Durasim, yang berisikan ajakan untuk tidak bergabung dengan Jepang. Akibat kata-katanya ini, Cak Durasim ditangkap dan disiksa oleh tentara Jepang hingga meninggal pada 7 Agustus 1944.

Alamat:
Jl. Genteng Kali, Surabaya

*surabaya.go.id
Share:

Mengenal Grand City Convention Hall Surabaya

Kapasitas mencapai hingga 6.000 orang.


Terletak di Level 3, Convention Hall menawarkan akustik daerah kolom–bebas terbesar di kota, yang mencakup 3.320 meter persegi total luas lantai.






Multi-fungsional dan fleksibel, lorong-lorong digunakan untuk konvensi, pameran, pesta dan konser. Hal ini dapat menampung hingga 3.500 delegasi di teater–gaya duduk dan 5.000 pax dalam festival atau 2.600 meter persegi ruang pameran.

Alamat:
Jl. Gubeng Pojok Dalam Surabaya 60272

*surabaya.go.id
Share:

Mengenal DBL Arena Surabaya

The Development Basketball League Arena atau hanya DBL Arena, merupakan arena olahraga dalam ruangan yang terletak di Surabaya, Jawa Timur, Indonesia, yang dibangun pada 25 Juli 2008.


Terletak di pinggiran kota Surabaya, berdekatan dengan Pena Building Graha, itu terkenal sebagai salah satu tempat utama di Indonesia untuk pertandingan basket.



Hal ini juga rumah bagi Development Basketball League. Hal ini dimiliki oleh Jawa Pos National Network, atau Jawa Pos Group, dan dioperasikan oleh PT. DBL Indonesia.

Kapasitas hingga 4.000 orang

Alamat:
Jl. Jend. A. Yani No.88, Gayungan, Kota SBY, Jawa Timur 60234, Indonesia

*surabaya.go.id
Share:

Mengenal Gedung Wismilak Polosi Istimewa Surabaya

Sebelumnya dikenal sebagai Office Polisi Darmo Negara dan dibangun pada tahun 1928. Bangunan yang sekarang disebut Wismilak Building selama pemerintah Jepang merupakan bagian dari hostel Inspektur Khusus atau Tokubetsu Keisatsu Tai dipimpin oleh Jenderal Polisi Muh. Yasin.


Polisi Surabaya khusus, kesatuan dengan hati nurani mereka sendiri pada 21 Agustus 1945 menyatakan diri sebagai polisi Republik Indonesia.



Di bawah kepemimpinan Muh. Yasin, Kepolisian khusus memainkan peran penting dalam merebut senjata dari Jepang, misalnya di Gedung Don Bosco, Gunung Sari, Horse Racing, Gedung Kempeitai, dll Dalam perjalanan waktu, Polisi Khusus berubah menjadi ‘Brimob’ dan akhirnya menjadi ‘Brigade Mobil‘ (Brimob).

Alamat: Jl. Raya Darmo 36-38 Surabaya

*surabaya.go.id
Share:

Mengenal PTPN XI Surabaya

Sebelumnya bangunan ini adalah HVA (Handels Vereeniging Amsterdam) Kantor, terletak di Comedy Straat (sekarang Jl. Merak).



Pada 1 Oktober 1945, gedung ini menjadi markas Angkatan Darat Jepang di Jawa Timur di bawah pimpinan Jenderal Iwabe. Setelah gedung ini dikelilingi oleh pejuang Indonesia, Drg. Mustopo mengancam Umum Iwabe (Jepang Panglima Angkatan Darat) untuk menyerahkan kekuasaannya.
Akhirnya gedung ini menjadi markas BKR untuk Jawa Timur di bawah Drg. Mustopo yang juga “Ad Interim Menteri Pertahanan” dari RI sampai 30 Oktober 1945.

Alamat: Jl. Merak no.1, Surabaya

*surabaya.go.id
Share:

Mengenal Internatio Building Surabaya

Internasional Kredit–en Handelsvereeniging “Rotterdam” (Rotterdam International Kredit dan Asosiasi Perdagangan) Bangunan yang biasanya disebut Internatio Bangunan ini dirancang oleh AIA Biro (dimiliki oleh Ghijsels) dibangun di 1927-1931.



Bangunan ini merupakan salah satu bangunan terbesar di kawasan perdagangan sekitar Jembatan Merah yang terletak di persimpangan Hereenstrat dan Willemsplein (sekarang Jl. Jayengrono).


Sebelumnya, Internatio Building, adalah markas Komandan Pasukan untuk Inggris 49 Brigade, yang bertugas di Surabaya.

Alamat: Jl. Taman Jayengrono, Surabaya.

*surabaya.go.id
Share:

Mengenal Balai Pemuda Surabaya

Awalnya, gedung ini bernama De Simpangsche Societiet. Societeit adalah tempat hiburan, di mana para Meneer (tuan) dan Mevrouw (nyonya) besar bangsa Belanda dan Eropa, bergembira ria menikmati kehidupan malam. Meneer dan Mevrouw memang memerlukan tempat untuk berkumpul semacam itu guna melepaskan kepenatannya.

Namun, dalam perkembangan selanjutnya, Simpangsche Societeit ternyata bukan hanya sekadar tempat hura-hura malam atau istilah sekarang, dugem belaka. Akan tetapi berubah fungsinya menjadi tempat berkumpul orang Belanda yang mempunyai faham rasialis. Di tempat inilah kemudian mereka mendirikan perkumpulan Vaderlandsche Club.

Sehingga, gedung ini merupakan salah satu societeit terkenal yang dibangun oleh Belanda pada kala itu. Karena dulu gedung ini terletak di Simpangstraat (Jalan Simpang), maka mendapatkan sebutan Simpangsche Societeit.

Pada saat Belanda masih berkuasa, rakyat pribumi dilarang menginjakkan kaki di tempat ini. Kalaupun ada rakyat pribumi yang di sana, sebagian besar dari mereka adalah petinggi negara yang memiliki pengaruh dan jabatan, selebihnya hanya sebagai pelayan.

Sejak didirikan pada tahun 1907, gedung ini memang sudah menjadi salah satu ikon bagi Kota Surabaya. Gedung ini dibangun oleh Westmaes, salah seorang arsitek yang terkenal di Surabaya ketika itu. Bentuk kubah sebagai atap adalah ciri aliran gothic, lalu gevel dan bracket yang membungkus kubah tersebut adalah warisan gaya vernakuler Belanda sedangkan alur horisontal pada dinding kerap muncul pada aliran Renaissance. Wetmaes rupanya memilih gaya eklektisme untuk merancang bangunan Simpangsche Societeit ini.
Agar sentuhan bentuk dan pola yang plastis dan melengkung tidak mendominasi bangunan, maka perlu dihadirkan bentuk-bentuk lugas sebagai penyeimbang, misalnya pola garis diagonal yang sederhana pada ventilasi kaca. Kecermatan kerja Wetmaes benar-benar terlihat pada ornamen pintu dan kaca ventilasi bangunan ini.

Bangunan Simpangsche Societet ini memiliki karakteristik yang kuat dibanding beberapa bangunan peninggalan kolonial yang lain. Secara detail, bangunan ini memiliki dua menara yang berbentuk bulat. Berbeda dengan bentuk bangunan kolonial lain yang memiliki menara simetris. Menara yang biasa disebut kubah pada bangunan ini terletak terpisah.



Menara pertama merupakan detail yang menjadi bagian yang menonjol, bahkan menjadi ciri khas bangunan ini. Terletak tepat di tengah bangunan, sangat tepat dengan bentuk lokasi site bangunan ini yang berada di pojok jalan. Sedangkan menara kedua berada di dalam bangunan dan tidak tampak dari luar. Dahulu atap bangunan yang dalamnya memiliki menara ini, menggunakan material kaca. Setelah mengalami pemugaran, diganti dengan fiber glass. Kubah kedua ini berbentuk prisma segi delapan, yang ditopang oleh tiang-tiang besi.

Balai Pemuda pada masa pertempuran 10 November 1945 dijadikan sebagai markas besar PRI (Pemuda Republik Indonesia), pusat organisasi pemuda. Di depan markas pusat PRI ini berpuluh prajurit Jepang yang tidak bersenjata dapat diturunkan dari bus yang mereka tumpang dan kemudian di sita.

Kini, Simpangsche Societeit sudah berubah menjadi Gedung Balai Pemuda semenjak tahun 1957. Bagi masyarakat Surabaya, gedung ini adalah tempat yang tidak asing lagi, karena fungsinya sebagai tempat penyelenggaraan berbagai acara yang berkaitan dengan kegiatan kepemudaan dan kesenian, dan sekaligus digunakan sebagai Surabaya Tourism Infromation Centre (Pusat Informasi Wisata Surabaya).

Alamat: Jl. Gubernur Suryo 15

*surabaya.go.id
Share:

Mengenal Museum TNI AL – Loka Jala Crana Surabaya

Didirikan pada tanggal 19 September 1969, Museum TNI AL Loka Jaya Crana (Loka Jaya Crana Navy Museum) menampilkan benda-benda bersejarah yang telah dimiliki dan digunakan oleh Angkatan Laut Indonesia.





Sejak era revolusi fisik dan termasuk De Zeven Provinsien (The Seven Provinsi ) sang kapal perang meriam, Kapten Angkatan Laut kapal berlayar, Panzer Amphibi 60 BTR, Baju Wapak BKR Laut Talisman dan planetarium di mana pengunjung dapat melihat dan belajar tentang tata surya.


Lokasi:
Candradimuka Kompleks Pendidikan TNI AL Bumimoro, Surabaya.

*surabaya.go.id
Share:

Mengenal Museum Kapal Selam Surabaya

Monumen Kapal Selam, atau disingkat Monkasel, adalah sebuah museum kapal selam yang terdapat di Embong Kaliasin, Genteng, Surabaya. Terletak di pusat kota, monumen ini sebenarnya merupakan kapal selam KRI Pasopati 410, salah satu armada Angkatan Laut Republik Indonesia buatan Uni Soviet tahun 1952.

Kapal selam ini pernah dilibatkan dalam Pertempuran Laut Aru untuk membebaskan Irian Barat dari pendudukan Belanda.



Kapal Selam ini kemudian dibawa ke darat dan dijadikan monumen untuk memperingati keberanian pahlawan Indonesia. Monumen ini berada di Jalan Pemuda, tepat di sebelah Plasa Surabaya.

Selain itu di tempat ini juga terdapat sebuah pemutaran film, di mana ditampilkan proses peperangan yang terjadi di Laut Aru. Jika ingin mengunjungi tempat wisata ini, maka akan ditemani oleh seorang pemandu lokal yang terdapat di sana

Ada cerita unik di balik hadirnya monumen Kapal Selam ini. Pada suatu malam Pak Drajat Budiyanto yang merupakan mantan KKM KRI Pasopati 410 (buatan Rusia) ini dan juga mantan KKM KRI Cakra 401 (buatan Jerman Barat), bermimpi diperintahkan oleh KSAL pada waktu itu untuk membawa kapal selam ini melayari Kali Mas.


Ternyata mimpi itu menjadi kenyataan. Dia ditugaskan untuk memajang kapal selam di samping Surabaya Plaza. Caranya dengan memotong kapal selam ini menjadi beberapa bagian, kemudian diangkut ke darat, dan dirangkai dan disambung kembali menjadi kapal selam yang utuh.

sumber:
wikipedia.co.id
surabaya.go.id
Share:

Mengenal Museum Kanker Surabaya

Museum Kanker Indonesia beralamat di Jalan Kayon no 16-18. Gedung museum menjadi satu dengan klinik pratama milik yayasan kanker wisnu wardhana.





Museum kanker dibuka untuk umum pada tanggal 31 Oktober 2013. Dengan tujuan untuk mengajak m asyarakat mengenali kanker, pencegahanya serta bagaimana mengobati kanker.

Koleksi museum berupa organ tubuh yang terserang kanker. Organ-organ tersebut disimpan dalam toples yang berisi cairan formalin.
Koleksi organ tubuh yang terkena jaringan kanker ini cukup beragam, mulai kanker payudara, mulut rahim, kanker paru-paru, kanker usus, hingga kanker ginjal pada anak-anak.

Alamat :
Jl. Kayun 16-18 Embong Kaliasin, Genteng Surabaya East Java, Indonesia 60271

No. Telepon: +6231 5342181, 5322375

*surabaya.go.id
Share:

Mengenal Museum Kesehatan Surabaya

Dipelopori oleh dr. Haryadi Soeparto, DOR MSc. pada tahun 1990.


Koleksi Museum Kesehatan dr.Adhyatma menggambarkan upaya manusia untuk menjaga kesehatan dan berbagai alat yang telah digunakan dalam menyembuhkan penyakit. Museum yang menyimpan rekam jejak sejarah kesehatan yang kental dengan unsur adat dan tradisi.



Alamat : Jl. Indrapura 17, Surabaya 60176

*surabaya.go.id
Share:

Mengenal Museum House of Sampoerna Surabaya

Terletak di Surabaya lama Kompleks bangunan bergaya kolonial Belanda ini dibangun pada tahun 1862 dan saat ini merupakan situs bersejarah yang dilestarikan awalnya digunakan sebagai Panti Asuhan Putra yang dikelola oleh pemerintah Belanda.





Kompleks ini dibeli pada tahun 1932 oleh Liem seeng tee pendiri Sampoerna untuk dijadikan pabrik rokok Sampoerna yang pertama sampai saat ini Kompleks ini masih berfungsi sebagai pabrik untuk memproduksi rokok Kretek khas Indonesia auditorium Central saat ini difungsikan sebagai museum dan toko.


Awalnya digunakan sebagai panti asuhan yang dikelola oleh pemerintah kolonial Belanda, pada tahun 1932 kompleks bangunan ini dibeli oleh Liem Seeng Tee, pendiri Sampoerna.

Benda-benda yang ditampilkan adalah koleksi beragam item bersejarah dari keluarga Sampoerna dan usahanya seperti vintage Rolls Royce, blus kebaya tradisional yang telah diwariskan melalui beberapa generasi, dan alat-alat yang digunakan untuk memproduksi rokok.

Alamat:
Jl. Taman Sampoerna 6, Surabaya 60163
Phone: +62 31 353-9000

*surabaya.go.id
Share:

Mengenal Museum De MATA Trick Eye Surabaya

Ingin merasakan berjalan di jembatan kayu tua dan di bawahnya ada aliran lahar panas, atau Anda ingin merasakan sensasi melayang bersama Astronot di luar angkasa, semuanya dapat ditemukan di tempat wisata satu ini apalagi kalau bukan di De Mata Trick Eye Museum.





Di tempat wisata di Surabaya ini, pengunjung dapat merasakan sensasi 3D dengan berbagai pose dan latar belakang seperti nyata. Terletak di Townsquare Surabaya, De Mata Museum memiliki koleksi lebih dari 104 gambar 3D.


Museum gambar 3D ini menyajikan berbagai gambar 3D Art mulai dari tema alam, olahraga, angka, binatang, super hero, romance, sirkus, ornamen, dll.

Terletak di Foodcourt Townsquare Surabaya, Demata Museum menempatkan Gambar 3D dengan menggunakan konsep labirin agar pengunjung tidak jenuh berada di salah satu object wisata Surabaya ini.






Alamat:
Town Square Surabaya First Level I 73, Jl. Hayam Wuruk No. 6, Jawa Timur 60242, Indonesia
Phone: +62 31 5634242
Share:

Sejarah Kota Sidoarjo Jawa Timur Lengkap

Dalam memasuki usia 157 tahun, perjalanan sejarah Sidoarjo, memang begitu panjang dan penuh dinamika. Bahkan sejarah terbentuknya Kabupaten melewati tiga fase dengan berganti-ganti penguasa, -- yakni masa kerajaan, masa pemerintahan kolonial (Belanda-Jepang) lalu masa sekarang Pemerintahan RI.

Fase pertama adalah berawal legenda pada tahun 1019 – 1042,--Kerajaan Jawa Timur diperintah Airlangga, lalu membagi daerah kekuasaan menjadi dua kerajaan untuk diberikan ke dua putranya, yakni Kerajaan Daha (Kediri) dan Kerajaan Jenggala. Kerajaan Jenggala yang berdiri tahun 1024 ini kekuasaanya meliputi daerah Delta Brantas dengan ibukota berada di daerah,--sekarang sekitar wilayah Kecamatan Gedangan.





Lalu karena perebuatan kekuasaan, Kerajaan Daha dan Kerajaan Jenggala mengobarkan perang saudara yang berakhir dengan kekalahan Jenggala pada 1045. ,--namun ada sumber lain menyebutkan kerajaan Jenggala pada 1060 masih ada, dan baru hilang kira-kira tahun 1902.

Selanjutnya memasuki fase pemerintahan kolonial Belanda, diawali tahun 1851. Pemerintah kolonial Belanda telah menandai daerah Sidoarjo bernama Sidokare yang bagian dari kabupaten Surabaya.

Daerah Sidokare dipimpin seorang patih bernama R. Ng. Djojohardjo, bertempat tinggal di kampung Pucang Anom. Lalu tahun 1859, berdasarkan Keputusan Pemerintah Hindia Belanda no. 9/1859 tanggal 31 Januari 1859 Staatsblad No. 6, daerah Kabupaten Surabaya dibagi menjadi dua bagian yaitu Kabupaten Surabaya dan Kabupaten Sidokare.

Dengan demikian Kabupaten Sidokare telah berpisah dengan Kabupaten Surabaya, lalu diangkat bupati pertama, yaitu R. Notopuro (R.T.P Tjokronegoro) yang bertempat tinggal di kampung Pandean. Seiring perjalanan waktu pada tahun 1859 itu,-- berdasarkan Surat Keputusan Pemerintah Hindia Belanda No. 10/1859 tanggal 28 Mei 1859 Staatsblad.

1859 nama Kabupaten Sidokare berubah menjadi Kabupaten Sidoarjo. Dengan demikian dapatlah dikatakan bahwa secara resmi terbentuknya Daerah Kabupaten Sidoarjo adalah tangal 28 Mei 1859 dan sebagai Bupati I adalah R.Notopuro atau bergelar R.T.P Tjokronegoro I.

Selama berkuasa, Bupati mendirikan masjid di Pekauman atau sekarang bernama Masjid Abror dan Masjid Jamik atau sekarang Masjid Agung sebagai peninggalan bupati yang wafat pada tahun 1862. Sebagai gantinya pada tahun 1863 diangkat kakak alnarhum sebagai Bupati Sidoarjo, yaitu Bupati R.T.A.A Tjokronegoro II (Kanjeng Djimat Djokomono). Pada masa pemerintahan Tjokronegoro II telah memberikan perhatian besar atas pembangunan, di antaranya meneruskan pembangunan Masjid Jamik perbaikan terhadap Pesarean Pendem.

Pada tahun 1883 Bupati Tjokronegoro II telah pensiun dan wafat, lalu digantikan R.P Sumodiredjo pindahan dari Tulungagung, namun hanya berjalan 3 bulan karena wafat. Selanjutnya, digantikan R.A.A.T. Tjondronegoro I hingga berganti-ganti namun tetap seputar keluarga R.A.A.T Tjondronegoro hingga berakhir seiring perubahan pemerintahan dari kolonial Belanda ke pemerintahan kolonial Jepang pada 1942 hingga 1945.




Nah, masa pedudukan Jepang, Kabupaten Sidoarjo telah dipimpin Bupati R.A.A. Sujadi. Ketika Jepang menyerah dari sekutu pada 1945, lalu Indonesia Merdeka, namun Belanda kembali mencoba mendudukinya. Bahkan mengusai daerah Sidoarjo dibawah pemerintah Recomba,--kepanjangan tangan atau boneka pemerintah Balanda yang mengangkat K. Ng. Soebekti Poespanoto. R. Soeharto, sebagai bupatinya. Baru tahun 1949, daerah Sidoarjo dikembalikan ke Pemerintah Indonesia, telah diangkat R. Soeriadi Kertosoeprojo sebagai Bupati/Kepala Daerah di Kabupaten Sidoarjo.

Di sini, boleh dibilang masa yang penuh dinamika seiring terjadinya kekecauan keamanan,--bahkan segala macam infiltrasi, terutama dari pihak yang tidak menyukai adanya Republik Indonesia. Namun semua itu akhirnya bisa teratasi, hingga seiring perjalanan waktu kepala daerah Kabupaten Sidoarjo terus silih berganti. Dan saat ini Kabupaten Sidoarjo dipimpin Bupati H. Saiful Ilah SH,MHum dengan didampingi Wakil Bupati H. Nur Ahmad Syaifuddin SH dengan masa jabatan 2016-2021. Dalam membangun, kepemimpinan Bupati H. Saiful Ilah dengan H. Nur Ahmad Syaiffudin mempunyai visi dan misi ; “Mewujudkan Kabupaten Sidoarjo Yang Inovatif, Mandiri, Sejahtera dan Berkelanjutan".

sumber:
sidoarjokab.go.id
Share:

Sejarah Lengkap Berdirinya Kota Jombang Jawa Timur

Jombang termasuk Kabupaten yang masih muda usia, setelah memisahkan diri dari gabungannya dengan Kabupaten Mojokerto yang berada di bawah pemerintahan Bupati Raden Adipati Ario Kromodjojo, yang ditandai dengan tampilnya pejabat yang pertama mulai tahun 1910 sampai dengan tahun 1930 yaitu :

Raden Adipati Ario Soerjo Adiningrat.

Menurut sejarah lama, konon dalam cerita rakyat mengatakan bahwa salah satu desa yaitu desa Tunggorono, merupakan gapura keraton Majapahit bagian Barat, sedang letak gapura sebelah selatan di desa Ngrimbi, dimana sampai sekarang masih berdiri candinya. Cerita rakyat ini dikuatkan dengan banyaknya nama-nama desa dengan awalan "Mojo" (Mojoagung, Mojotrisno, Mojolegi, Mojowangi, Mojowarno, Mojojejer, Mojodanu dan masih banyak lagi).





Salah Satu Peninggalan Sejarah di Kabupaten JombangCandi Ngrimbi, Pulosari Bareng Bahkan di dalam lambang daerah Jombang sendiri dilukiskan sebuah gerbang, yang dimaksudkan sebagai gerbang Mojopahit dimana Jombang termasuk wewenangnya Suatu catatan yang pernah diungkapkan dalam majalah Intisari bulan Mei 1975 halaman 72, dituliskan laporan Bupati Mojokerto Raden Adipati Ario Kromodjojo kepada residen Jombang tanggal 25 Januari 1898 tentang keadaan Trowulan (salah satu onderdistrict afdeeling Jombang) pada tahun 1880.

Sehingga kegiatan pemerintahan di Jombang sebenarnya bukan dimulai sejak berdirinya (tersendiri) Kabupaten jombang kira-kira 1910, melainkan sebelum tahun 1880 dimana Trowulan pada saat itu sudah menjadi onderdistrict afdeeling Jombang, walaupun saat itu masih terjalin menjadi satu Kabupaten dengan Mojokerto.






Fakta yang lebih menguatkan bahwa sistem pemerintahan Kabupaten Jombang telah terkelola dengan baik adalah saat itu telah ditempatkan seorang Asisten Resident dari Pemerintahan Belanda yang kemungkinan wilayah Kabupaten Mojokerto dan Jombang Lebih-lebih bila ditinjau dari berdirinya Gereja Kristen Mojowarno sekitar tahun 1893 yang bersamaan dengan berdirinya Masjid Agung di Kota Jombang, juga tempat peribadatan Tridharma bagi pemeluk Agama Kong hu Chu di kecamatan Gudo sekitar tahun 1700.

Konon disebutkan dalam ceritera rakyat tentang hubungan Bupati Jombang dengan Bupati Sedayu dalam soal ilmu yang berkaitang dengan pembuatan Masjid Agung di Kota Jombang dan berbagai hal lain, semuanya merupakan petunjuk yang mendasari eksistensi awal-awal suatu tata pemerintahan di Kabupaten Jombang.

sumber:
jombangkab.go.id
Share:

Kapan Armada Kubilai Khan Dipukul Mundur

Surabaya adalah kota terpanjang dengan nama yang sama di Indonesia.

Nama Surabaya muncul dalam Nagarakretagama, pidato Raja Hayam Wuruk dari Kerajaan Majapahit besar ditulis pada daun lontar di 1365.

Sejarawan juga percaya bahwa armada Kubilai Khan dipukuli di sekitar area pelabuhan Surabaya di 1293.
Share:

Mengenal Museum Yos Sudarso Surabaya

Monumen dan Museum Yos Sudarso berada di area KOBANGDIKAL (Komando Pengembangan dan Pendidikan Angkatan Laut) – Bumimoro, Morokrembangan Surabaya. Monumen Yos Sudarso melengkapi keberadaan monumen dan museum TNI AL di Surabaya seperti Monumen Jalesveva Jayamahe (Monjaya), Monumen Kapal Selam (Monkasel), dan Museum Loka Jala Crana.

Monumen Yos Sudarso dibangun untuk mengenang peristiwa pertempuran laut Arafuru (15 Januari 1962) antara tiga kapal TNI AL yaitu RI Macan Tutul, RI Macam Kumbang, dan RI Harimau melawan dua kapal desroyer milik Belanda.





Dalam pertempuran tersebut Komodor Yos Sudarso yang kala itu berada di RI Macan Tutul mengambil alih pimpinan dan bermanuver memberikan perlawanan terhadap kedua kapal Belanda itu sekaligus mengalihkan perhatian agar kapal Belanda terpusat pada RI Macan Tutul.

Dengan begitu RI Harimau dan Macan Kumbang diselamatkan, tetapi RI Macan Tutul tenggelam bersama Komodor Yos Sudarso dan 25 awak kapal. Di detik – detik terakhir pertempuran Laut Arafuru.

Komodor Yos Sudarso menyampaikan pesan tempurnya melalui radio telpon yang berbunyi, “Kobarkan semangat pertempuran” dan gugurlah Pahlawan Nasional Yos Sudarso. Di Museum Yos Sudarso terdapat foto-foto, audiorama, dan film dokumenter yang bisa dinikmati bagi siapa saja yang mengunjunginya.

Di lantai satu terletak ruang auditorim dan videorama. Di sini para pengunjung dapat mengetahui lintas sejarah TNI AL dan profil perjuangan Komodor Yos Sudarso.


Selain itu, para pengunjung dapat juga berfoto dengan manekin yang mengenakan seragam TNI AL di sini.

Lalu, di lantai dua, ada dua tempat yang dapat dikunjungi, indoor dan outdoor.

Lantai dua indoor, para pengunjung dapat melihat 8 buah diorama perjuangan rakyat Indonesia dalam perebutan kembali Papua Barat dari tangan Belanda.

Diorama ini menceritakan sejarah itu mulai dari konferensi meja bundar di Den Haag, Belanda pada tahun 1949, pembacaan Tri Komando Rakyat (Trikora) oleh Presiden Soekarno pada tahun 1961.

Ada pula sejarah pertempuran di laut Aru pada 1962 yang menewaskan Yos Sudarso beserta tenggelamnnya kapalnya KRI Macan Tutul, serta proses Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) pada tahun 1969 yang mengembalikan Papua Barat ke tangan Indonesia.

Beralih ke suasana outdoor di lantai yang sama, di sini para pengunjung dapat menikmati 19 relief yang menceritakan perkembangan alusista TNI AL.

Dari sini, para pengunjung juga dapat melihat patung besar Komodor Yos Sudarso yang menjulang di tengah bangunan.

Alamat: Jl Bumimoro Surabaya

*surabaya.go.id
Share:

De Javasche Bank Museum

De Javasche Bank adalah salah satu bank terkemuka pada zaman kolonial Belanda yang didirikan di Batavia pada tanggal 24 Januari 1828.





Selain kantor pusat yang berada di Batavia, De Javasche Bank membuka cabang di berbagai kota seperti Surabaya, Yogyakarta, Solo, Cirebon, Makasar, Palembang dan Pontianak.

Kantor cabang De Javasche Bank Surabaya dibuka pada tanggal 14 September 1829 dengan kepala cabang pertama F.H Preyer dibantu asisten A.H. Buchler dan J.D.A Loth sebagai komisaris.


Gedung ini terletak di pojok Schoolplein (sekarang jalan Garuda No.1) dan Werstraat (sekarang jalan Penjara).

Alamat: Jl. Garuda No.1 Surabaya

*surabaya.go.id
Share:

Mengenal Museum Perjuangan 10 Nopember Surabaya

Museum Sepuluh Nopember dibangun untuk memperkuat keberadaan Tugu Pahlawan bangunan museum terdiri dari dua lantai.





Lantai satu digunakan untuk pemeran 10 patung yang melambangkan bentuk Semangat perjuangan rakyat Surabaya dan orasi Bung Tomo di lantai dua ruang auditorium merupakan Ruang pameran senjata dan foto-foto dokumenter dan lokasi peninggalan Bung Tomo.


Museum Perjuangan 10 November didirikan untuk memperingati upaya heroik Surabaya selama pertempuran melawan pasukan sekutu.

Alamat: Jalan Pahlawan, Surabaya 60175
Telepon: (031) 357-1100

*surabaya.go.id
Share:

Mengenal Museum Surabaya

Museum Kota Surabaya ini berisi 1.000-an benda-benda bersejarah dalam kaitan perjalanan Kota Surabaya yang berada di lantai I gedung SIOLA dibuka mulai 3 Mei 2015.





Koleksi Museum Surabaya antara lain mulai dari arsip kependudukan sejak tahun 1837, baju Dinas Pemadam Kebakaran sejak zaman Belanda, juga alat transportasi seperti dua becak yang berwarna biru dan putih


Salah satu “corner” di Museum Surabaya yang menjadi favorit pengunjung adalah deretan foto wali kota Surabaya dari mulai Wali Kota Surabaya pertama, Mr A Meyroos, yang menjabat pada 1916 hingga 1920, sampai era Wali Kota Tri Rismaharini.

Lokasi:
Jalan Tunjungan (Eks Gedung Siola), Surabaya

*surabaya.go.id
Share:

Mengenal Monumen Perjuangan Polri Surabaya

Monumen ini melambangkan semangat pejuang perjuangan dan ketekunan yang bergabung Polisi Khusus untuk merebut bangunan SMAK St. Louis I, yang dalam periode kolonial Jepang menjadi markas Polisi Khusus.






Alamat:
Jl. Raya Darmo, Surabaya.

*surabaya.go.id
Share:

Mengenal Monumen Wira Surya Surabaya

Monumen ini didirikan untuk memperingati pertempuran pada Oktober 1945 yang berlangsung di sana antara Arek–arek Suroboyo dengan tentara sekutu yang dipimpin Brigjen Mallaby.






Alamat:
Jl. Wonokromo Surabaya

*surabaya.go.id
Share:

Mengenal Monumen Gubernur Soerjo Surabaya

Monumen ini adalah patung memorial yang menggambarkan Gubernur R. Soerjo, gubernur pertama Jawa Timur yang meninggal karena PKI Madiun pada tahun 1948.





Monumen ini terletak di depan Grahadi dan masih bagian dari kompleks Taman Apsari.


Alamat:
Jl. Pemuda Surabaya.

*surabaya.go.id
Share:

Postingan Populer

Label

Berita (5) Kamus Jawa (359) Kesehatan (262)

Arsip Blog